Minggu, 05 November 2017

STANDAR TEKNIS QC

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Persaingan industri saat ini semakin ketat, berbagai cara dilakukan untuk memenangkan persaingan. Tidak sedikit para pengusaha kalah dalam persaingan produksi. Kekalahan itu terjadi karena hasil produknya tidak banyak diminati dalam hal ini tidak laku di pasaran, sehingga menimbulkan kerugian besar. penting adanya suatu manejemen pengawasan kualitas produk. Saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan penghasil barang melabelkan nama kualitas pada media iklan maupun langsung pada kemasan produknya. Hal tersebut dilakukan tidak lebih agar konsumen yakin bahwa produk yang ditawarkan kepadanya adalah produk yang paling baik. Sistem kualitas tersebut dikenal dalam dunia produksi adalah Quality Control atau Pengendalian Mutu Produk. Pengendalian kualitas produk dalam proses produksi merupakan faktor yang sangat penting bagi dunia industri karena pengendalian kualitas yang baik dan dilakukan secara terus menerus akan dapat mendeteksi ketidaknormalan secara cepat, sehingga dapat segara dilakukan tindakan antisipasinya. Tujuan pokok pengendalian kualitas secara statistik adalah menyidik dengan cepat terjadinya sebab-sebab terduga atau pergeseran proses sedemikian hingga penyelidikan terhadap proses itu dan tindakan pembetulan dapat dilakukan sebelum terlalu banyak unit yang tidak sesuai diproduksi.
1.2 Permasalah
Berdasarkan keterangan dari latar belakang di atas, maka munculah permasalahan mengenai cacatnya produksi kertas pada PT X Paper Products dan mengalisa solusi dari permasalahan produksi Jenis IT 127 dan IT 170 menggunakan metode Six Sigma.
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan :

a.       Untuk mengetahui keadaan pengendalian kualitas kertas pada PT X.

b.      Untuk mengetahui faktor utama penyebab suatu produk kertas mengalami kegagalan dalam proses produksi.
c.       Melihat kapabilitas kinerja perusahaan dalam memproduksi kertas.


























BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1      4.1 Pendefinisian Masalah (Define)


Fase Define adalah langkah awal dalam melakukan analisa Six Sigma. Hal pertama yang dilakukan dalam fase ini adalah mengidentifikasi hal-hal yang dianggap penting oleh pelanggan (Critical to Quality/CTQ). Secara garis besar keinginan pelanggan terdiri atas dua hal utama, yaitu ketepatan waktu dan kualitas produk. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak Paper Machine/PM bahwa CTQ adalah masalah kondisi fisik kertas. Perusahaan ini hanya bergerak pada pembuatan kertas saja. Bahan pembuatan kertas terdiri atas 3 bahan utama yaitu Pulp, Ash, dan bahan kimia lainnya. Keinginan konsumen paling utama adalah masalah kualitas kertas baik dari segi warna, kekuatan kertas dan ketahanan kertas. Jenis kertas yang diproduksi berdasarkan tingkat kualitas terdapat 10 pilihan, dari berat yang dapat dipesan oleh konsumen mulai dari 50 gr sampai dengan 200 gr.
x_bar
Value
sigma
Value
SQRT_N
UCL
Value
LCL
Value
x_bar_L
87,2
sigma_L
0,56
9,22
UCL_L
87,38
LCL_L
87,02
x_bar_a
-9,47
sigma_a
0,37
9,22
UCL_a
-9,35
LCL_a
-9,59
x_bar_b
-5,89
sigma_b
0,16
9,22
UCL_b
-5,84
LCL_b
-5,95
x_bar_Br
78,49
sigma_Br
1,09
9,22
UCL_Br
78,85
LCL_Br
78,14
x_bar_W
0,58
sigma_W
0,23
9,22
UCL_W
0,65
LCL_W
0,5
Tabel 4.1 Nilai UCL dan LCL pada Kertas Jenis IT 127




Tabel 4.2 Nilai UCL dan LCL pada Kertas Jenis IT 170
x_bar
Value
sigma
Value
SQRT_N
UCL
Value
LCL
Value
x_bar_L
80,86
sigma_L
0,34
11,49
UCL_L
80,94
LCL_L
80,77
x_bar_a
23,51
sigma_a
0,54
11,49
UCL_a
23,65
LCL_a
23,37
x_bar_b
2,14
sigma_b
0,25
11,49
UCL_b
2,21
LCL_b
2,07
x_bar_Br
55,99
sigma_Br
2,41
11,49
UCL_Br
56,61
LCL_Br
55,36
x_bar_W
0,21
sigma_W
0,11
11,49
UCL_W
0,24
LCL_W
0,19

Jumlah jenis warna pada kertas yang diproduksi hampir mencapai 340 warna, Warna dominan yang sering dipesan oleh konsumen adalah jenis warna IT 170 (kombinasi warna merah, kuning dan biru) dan warna IT 127 (kombinasi warna merah, kuning dan turqis).
Dengan menggunakan Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 dapat diketahui jumlah kertas yang mengalami kecacatan seperti yang dijelaskan sebelumnya yaitu dikategorikan cacat apabila tidak mencapai nilai atau kurang dari LCL dan mencapai atau lebih dari UCL. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Tabel 4.4 untuk mengetahui banyaknya cacat kertas berdasarkan jenis warna. Tabel 4.3 untuk jenis warna IT 127 dan Tabel 4.4 untuk jenis warna IT 170.








No
Jenis Masalah Warna
Jumlah
1
Sangat terang
49
2
Sangat gelap
34
3
Merah berlebihan
32
4
Hijau berlebihan
35
5
Kuning berlebihan
35
Tabel 4.3 Data Cacat Kertas Jenis IT 127








Tabel 4.3 Data Cacat Kertas Jenis IT 127 (Lanjutan)

No
Jenis Masalah Warna
Jumlah
6
Biru berlebihan
25
7
Sangat cerah
45
8
Kertas pucat
33
9
Putih mendominasi
24
10
Tidak putih
38


4.3          Analisis Masalah di PT X (Analyze)

Fase Analyze merupakan langkah ketiga dalam proses Six Sigma. Tujuan dari fase ini adalah menganalisis sebab-sebab utama yang menyebabkan masalah pada proses. Pada penelitian ini sebab-sebab utama permasalahan tersebut dianalisis dengan menggunakan diagram sebab-akibat :




4.3.1   Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram)

Diagram sebab akibat digunakan untuk melihat sejumlah kemungkinan yang menyebabkan permasalahan yang terjadi pada proses. Informasi tentang hal- hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak Paper Machine perusahaan.
Setelah dilakukan wawancara dengan pihak Paper Machine PT X dan pengolahan data aktual lapangan diketahui bahwa masalah Sangat Terang pada jenis kertas IT 127 dan Merah Berlebihan pada jenis kertas IT 170 PT X disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu faktor bahan, proses pengerjaan, pekerjaan (method), dan lingkungan (environment). Untuk lebih jelasnya, penyebab-penyebab dari masalah sangat terang ataupun merah berlebihan dapat dilihat pada bagan kendali sebab akibat.

Jenis Cacat
Penyebab Cacat
Design Solusi
sangat terang Jenis IT 127
Steam       pemanasan
bersuhu tinggi
-Setting manual
-tutup valve
air jernih berlebihan
-tambahkan dyes
kurang dyes
-tambahkan dyes
zat pengikat
-tambahkan dosis percoll
broke kurang
-distabilkan sesuai standar 5
sampai 10%
kecerobohan pekerja
-operator komputer lebih teliti
-mengadakan training APAR, Chemical, Dyes dan Operasional Kerja
-untuk masa yang akan datang
diperlukan evaluasi pekerja setiap tiga bula





Jenis Cacat
Penyebab Cacat
Design Solusi
merah    berlebihan jenis IT 170
steam        pemanasan
bersuhu tinggi
-setting manual
-tutup valve
kelebihan dyes
-kurangi    dyes   merah    secara
automatis
zat pengikat
-tambahkan dosis percoll
broke kurang
-distabilkan sesuai standar 5
sampai 10%
Kecerobohan pekerja
-operator komputer lebih teliti
-mengadakan training APAR, Chemical,          Dyes           dan Operasional Kerja
-untuk masa yang akan datang
diperlukan     evaluasi     pekerja setiap tiga bula
Dari Tabel 4.9 dan 4.10 dapat diketahui bahwa hal yang harus dilakukan untuk mencegah penyebab utama di kedua jenis yaitu IT 127 dari masalah sangat terang dan IT 170 dari masalah merah berlebihan adalah dengan mengadakan training APAR, Chemical, Dyes, dan Operasional kerja. Dibutuhkan suatu evaluasi setiap pekerja untuk mengetahui pekerja yang layak atau semakin buruk guna mengurangi tingkat kecerobohan yang mengakibatkan kecacatan kertas.
Pada penelitian ini hanya dilakukan analisa sampai analyze, sehingga belum dapat diketahui perbaikan kualitas produk kertas jenis IT 127 dan IT 170 dan kinerja pada PT X setelah dilakukan analisis Six Sigma. Selain itu, Six Sigma merupakan metode perbaikan yang bersifat iteratif yang harus dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai level perbaikan 6 sigma sehingga belum dapat diperoleh hasil perbaikan kualitas 6 sigma karena baru dilakukan perbaikan pada satu masalah kualitas.
SUMBER: repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/4837/.../PARLAUNGAN-FST.pdf



Senin, 16 Oktober 2017

TUGAS ETIKA PROFESI

1.    Kepakaran Seorang sarjana teknik industri dapat merencanakan, menjalankan, mengendalikan dan mengoptimalkan proses dalam segala sistem terutama sistem produksi. Kepakaran teknik industri adalah memecahkan masalah yang terkait dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang lapangan pekerjaan. Dengan semua bekal ilmu yang telah didapatkan, seorang sarjana teknik industri diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak karena seorang sarjana teknik industri selain dapat mengatur suatu sistem dengan baik, juga dapat secara langsung turun tangan dalam memperbaiki sistem tersebut secara kontinyu. Definisi teknik industri menurut Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah teknik industri berfokus kepada perancangan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sebuah sistem terintegrasi, oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika, fisika dan ilmu-ilmu sosial serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa. Jadi kesimpulannya adalah kepakaran dari seorang sarjana teknik industri merupakan pemahaman yang luas dari seorang sarjana teknik industri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dimana seorang sarjana teknik industri memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat dan sistemik dengan pendekatan multi-disiplin tentunya dalam kerangka keilmuan teknik industry, fokus pada bidang perancangan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan, dan energi untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sistem terintegrasi tersebut.
2.    • Selalu menanggapi sesuatu dengan emosional contoh, karakter ini dianggap tidak beretika karena segala sesuatu hal yang dibicarakan tidak dapat diselesaikan atau diterima dengan kepala dingin.
• Suka mengambil barang orang lain (pencuri) contoh, orang yang selalu mencari – cari kesempatan disaat orang lain lengah untuk mengambil barang yg bukan miliknya merupakan salah satu karakter orang yg tidak beretika.
• Berbicara kasar di depan umum contoh, orang yang suka berbicara kasar di depan umum terhadap orang yang bersangkutan dianggap tidak beretika karena selain tidak menghargai orang yg bersangkutan tersebut, juga tidak mempedulikan kondisi lingkungan sekitar yang terdapat orang lain.
• Bersikap egois dalam kelompok kerja contoh, dalam suatu kelompok kerja dibutuhkan kerja sama dan kekompakkan satu sama lain tetapi jika ada satu orang saja yg tidak mau mengerjakan tugas dalam kelompok tersebut dengan alasan tidak jelas maka orang tersebut dapat dianggap tidak beretika karena tidak ingin dibebani apapun.
• Berjalan di depan orang tua tanpa permisi contoh, kebiasaan seperti ini sering kali terjadi tanpa disadari. Apabila ada orang atau kerumunan orang, hendaknya kita tidak berjalan di depan mereka. Apabila di belakang mereka ada jalan atau lorong yang bisa kita lewati, hendaknya kita lewat belakang mereka. Tetapi apabila tidak ada jalan atau lorong, maka kita lewat depan mereka dengan permisi.

3.    • Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, seorang pekerja dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
• Tidak menjaga rahasia perusahaan, seorang pekerja hendaknya menjaga semua rahasia data-data yang dimiliki oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
• Terlambat masuk kerja, sebagai pekerja hendaknya mematuhi peraturan yang ada. Tindakan terlambat masuk kerja tidak mencerminkan keprofesionalan seorang pekerja.
• Tidak mengikuti peraturan yang berlaku dalam tempat bekerja suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki peraturan-peraturan yang diwajibkan oleh perusahaan tsb. apabila seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
• Berbicara tidak sopan, sering kali pekerja berbicara tidak sopan di lingkungan kerjanya. Hal ini merupakan tindakan yang tidak profesional.

ETIKA

Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethikos”, yang artinya “timbul dari kebiasaan”. Etika ialah suatu sesuatu yang di mana dan bagaimana suatu cabang utama filsafat yang mempelajari suatu nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai suatu standar dan penilaian moral. Jadi etika ialah suatu kebiasaan tata cara dalam berprilaku didalam lingkungan masyarakat. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini : – Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. – Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. – Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. 

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

DR. James J. Spillane SJ

Etika adalah mempertimbangkan atau memperhatikan perilaku manusia dalam mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya dan perilaku seorang pada orang lain.

Prof. DR. Franz Magnis Suseno

Etika adalah suatu pengetahuan yang memberikan arahan, acuan dan pijakan kepada tindakan manusia.

Soergarda Poerbakawatja

Etika adalah sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan serta kesusilaan.

Drs. H. Burhanudin Salam

Mengungkapkan bahwa etika adalah suatu cabang pengetahuan filsafat yang berbicara tentang nilai -nilai dan etika yang bisa menentukan tingkah laku manusia dalam kehidupannya.
 Baca juga: http://riansyahputra93.blogspot.co.id/2017/10/profesi-dan-profesionalisme.html


PROFESI DAN PROFESIONALISME

PROFESI
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasidan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.

Karakteristik Profesi
Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:
1.    Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
2.    Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesitersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
3.    Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4.    Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
5.    Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
6.    Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7.    Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8.    Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
9.    Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

PROFESIONALISME
Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan profesional, dst.
Ada 4 ciri‐ciri profesionalisme:
1.    Memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yangbersangkutan dengan bidang tadi.
2.    Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
3.    Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
4.    Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
Baca juga: http://riansyahputra93.blogspot.co.id/2017/10/etika-profesi.html




ETIKA PROFESI

Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi
  1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
  3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi
Sumber: https://indahwardani.wordpress.com/2011/05/11/pengertian-etika-profesi-etika-profesi-dan-kode-etik-profesi/



Kamis, 27 April 2017

PENGETAHUAN LINGKUNGAN

ANALISIS KONTAMINASI MERKURI PADA SAMPEL LINGKUNGAN DAN FAKTOR RISIKO PADA MASYARAKAT DARI KEGIATAN PENAMBANGAN EMAS SKALA KECIL KRUENG SABEE PROVINSI ACEH


Dampak lingkungan dari penambangan emas skala kecil di krueng sabee provinsi aceh memiliki dampak positif dan dampak negatifnya, dampak positif yang didapatkan dari penambangan emas tersebut cukup banyak bagi masyarakat krueng sabee provinsi aceh dan sekitarnya. Dampak positif yang didapat seperti banyaknya pekerjaan untuk masyarakat sekitar, ekonomi krueng sabee provinsi aceh meningkat, mendapatkan perhatian dari pemerintah, akses ketempat tersebut menjadi lebih baik, namun dampak negatif yang dihasilkan dari penambangan emas tersebut masih terbiang buruk untuk masyarakat sekitar, salah satu contoh dampak negatifnya adalah kontaminasi merkuri, kontaminasi merkuri masih menjadi permasalahan lingkungan dan masyarakat sekitar. World Healt Organization menetapkan bahwa Hg adalah bahan kimia yang berbahaya dan beracun yang harus dihilangkan dari buangan limbah dan pelepasannya keudara. Sisah buangan limbahnya dialirkan kekolam penampungan yang tidak memenuhi syarat dan yang selanjutnya mengalir kesungai atau air tanah menuju sumur. Proses pembakaran amalgam yang dilakukan dengan panci serta dilakukan tanpa retort dapat menyebabkan uap Hg mencemarkan udara. Udara yang tercemat tidak hanya dihirup oleh pekerja namun juga dihirup oleh masyarakat sekitar, kegiatan ini dapat merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. PESK telah mencatat masyarakat sekitar mengalami sakit kepala, malaria, hipertensi, sakit lambung, batuk, dan sakit pinggang. Upaya yang dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif pada penambangan emas dikecamatan krueng sabee provinsi aceh adalah dengan menjalankan syarat-syarat penting untuk keselamatan pekerja itu sendiri mulai dari masker dan alat alat pelidung diri lainnya, kemudian mengurangi pemakaian zat kimia berbahaya seperti Hg, yang terutama adalah mengurangi limbah dari penambangan emas tersebut dengan membuang tidak membuang limbah ke sungai dan tanah, pemerintah wajib mengawasi setiap kegiatan penambangan emas di krueng sabee provinsi aceh agar semua kegiatannya memenuhi prosedur keselamatan lingkungan dan kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar kecamatan krueng sabee tersebut.